BARRU ZONA INSPIRASI — Legislator Partai Golkar DPRD Barru dari Dapil V Tanete Riaja dan Pujananting, Hacing, turut mengapresiasi alokasi anggaran IJD 2025 ini.
Menurutnya, keberpihakan pemerintah pusat terhadap pembangunan di dua kecamatan yaitu Tanete Riaja dan Pujananting merupakan langkah yang sangat tepat.
“Ini kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Tanete Riaja dan Pujananting. Sudah lama akses jalan di wilayah ini membutuhkan perhatian besar, dan kini mendapatkan respons konkret melalui anggaran IJD,” ujar Hacing usai rapat penetapan Ranperda APBD 2026 Kamis (27/11)
Selain itu, sebagai Ketua Komisi III DPRD Barru, Hacing menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur.
Ia menyebut bahwa sektor pendidikan dan kesehatan di dua kecamatan ini mendapat prioritas pembangunan melalui APBD Kabupaten Barru, sebagai bagian dari pemerataan layanan publik dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Jalan dari APBN, sementara pendidikan dan kesehatan ditopang APBD. Ini bentuk sinergi yang baik agar pembangunan berjalan seimbang dan tepat sasaran,” tambahnya.
Ia menambahkan kepemimpinan inklusif dan inovati pemimpin Daerah Kabupaten Barru kembali mendapat dukungan anggaran untuk peningkatan infrastruktur strategis melalui program Investasi Jalan Daerah (IJD) tahun 2025.
Berdasarkan data resmi yang dipaparkan dalam rapat koordinasi, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 61,6 miliar dengan panjang penanganan efektif 12,91 kilometer.
Terdapat tiga kegiatan utama yang akan dikerjakan pada tahun 2025, seluruhnya mendukung tema Swasembada Pangan–Pertanian serta tersebar di beberapa titik strategis.
1. Rekonstruksi/Peningkatan Jalan Ruas Pekkae – Batas Kabupaten Soppeng
Kegiatan pertama mencakup peningkatan jalan pada jalur penghubung Pekkae menuju perbatasan Kabupaten Soppeng. Ruas ini mendapatkan alokasi sebesar Rp 8,1 miliar dengan panjang penanganan 2,1 km.
Pekerjaan berada di bawah tanggung jawab PPK 3.3 dan dijadwalkan masuk Tahap II.
2. Peningkatan Jalan Punnaga – Bulo-Bulo – Bacupae – Penggalangan (MYC)
Kegiatan kedua menjadi salah satu yang terbesar dengan panjang penanganan 5,80 km. Ruas ini merupakan jalur vital bagi aktivitas pertanian dan mobilitas masyarakat.
Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 32,5 miliar, ditangani oleh PPK 3.3, dan masuk dalam Tahap II.
3. Preservasi Jalan Doje-Dojek – Wanuawaru – Wanuawaru – Barang (MYC)
Ruas ini memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 21 miliar dengan panjang penanganan 5,01 km.
Pelaksanaan dikerjakan oleh PPK 3.1 dan termasuk dalam Tahap II.
Dengan total pagu Rp 61.619.868.000, rangkaian kegiatan IJD 2025 di Kabupaten Barru diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang terus memberikan perhatian terhadap infrastruktur di daerah.(Redaksi)
