PANGKEP — Seorang anak bernama Andini (4) dilaporkan terjatuh dari perahu jolloro saat melakukan perjalanan dari Pulau Bangko Bangkoang menuju Pulau Karanrang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada Senin (27/10/2025) sekitar pukul 15.00 WITA.
Peristiwa tragis itu terjadi di tengah perjalanan, saat kedua orang tuanya diketahui tertidur di atas perahu. Mereka baru menyadari bahwa anaknya tidak berada di kapal setelah terbangun di sekitar perairan antara Pulau Kulambing dan Pulau Laiya.
Menurut informasi yang dihimpun, tidak ada saksi mata yang melihat langsung saat Andini jatuh ke laut. Situasi ini membuat upaya awal pencarian oleh warga menjadi cukup sulit karena posisi pasti korban terjatuh belum dapat dipastikan.
Menanggapi laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar segera menurunkan tim untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
“Kami segera mengerahkan satu tim menuju lokasi untuk melakukan pencarian malam ini juga,” ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh. Arif Anwar, Senin malam.
Ia menjelaskan, tim membawa perlengkapan lengkap untuk operasi di perairan, termasuk peralatan pertolongan di air. Setibanya di lokasi, tim Basarnas akan berkoordinasi dengan aparat setempat dan unsur potensi SAR lainnya guna menentukan metode pencarian yang efektif.
“Tim kami membawa peralatan pertolongan di air dan setibanya nanti akan berkoordinasi dengan pihak berwenang serta potensi SAR di lokasi untuk merencanakan metode pencarian korban agar lebih efektif,” tambah Muh. Arif.
Sementara itu, warga setempat telah lebih dulu melakukan penyisiran di sekitar Pulau Kulambing, namun hingga malam hari belum membuahkan hasil.
“Semoga dengan bertambahnya kekuatan tim dari Basarnas dan unsur potensi SAR lainnya, anak tersebut bisa segera ditemukan,” tutup Muh. Arif.
Upaya pencarian masih terus dilakukan malam ini dengan melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat nelayan sekitar. Hingga berita ini diterbitkan, korban belum ditemukan.
