Dialog HMI: Anggota Komisi II DPRD Barru Herman Jaya Tegaskan Barru Kaya Potensi, Bukan Miskin Investor

ZONA INSPIRASI ll Kabupaten Barru hari ini berdiri di sebuah persimpangan penting. Di satu sisi, masih melekat stigma sebagai daerah yang minim minat investor. Namun di sisi lain, terbentang harapan besar untuk melompat lebih jauh menuju pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Kesadaran akan posisi strategis ini mengemuka dalam dialog intelektual yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Barru. Forum tersebut menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa, pemuda, dan pemangku kebijakan untuk bersama-sama merefleksikan arah pembangunan Barru ke depan.

Dialog menghadirkan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Barru, Herman Jaya, bersama Ardi Susanto dan Fahrul Islami sebagai pemateri. Turut hadir Ketua Presidium KAHMI Kabupaten Barru yang juga Ketua DPRD Barru, Syamsuddin Muhiddin, serta pengurus MD KAHMI Barru, Mukti Alimin dan Ahmad Akmal.

Dalam pemaparannya, Herman Jaya menegaskan bahwa stigma “miskin investor” tidak boleh dibiarkan menjadi identitas permanen Barru. Menurutnya, jawaban atas stigma tersebut terletak pada kerja nyata, kebijakan yang tepat sasaran, dan tata kelola pemerintahan yang transparan serta berpihak pada rakyat.

Barru, kata dia, sesungguhnya kaya potensi — mulai dari pertanian, kelautan, perikanan, UMKM, hingga kekuatan ekonomi lokal yang tumbuh dari masyarakat.

“Tantangan kita adalah membangun kepercayaan investor tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat. DPRD harus memastikan pembangunan berjalan adil, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi rakyat,” ujar Herman Jaya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Kritik, gagasan, dan keberanian intelektual mahasiswa dinilai sebagai energi positif dalam menjaga arah pembangunan tetap berada di jalur kepentingan publik.

Sementara itu, Ardi Susanto dan Fahrul Islami menyoroti peran strategis pemuda dan pelajar dalam membaca serta menciptakan peluang pembangunan daerah. Menurut mereka, stigma negatif terhadap iklim investasi tidak terlepas dari persoalan birokrasi, kualitas layanan publik, serta konsistensi kebijakan yang masih membutuhkan pembenahan serius.

Ketua Presidium KAHMI Barru, Syamsuddin Muhiddin, mengapresiasi HMI Cabang Barru yang terus konsisten menghadirkan ruang dialog intelektual. Ia menegaskan bahwa HMI dan KAHMI memiliki tanggung jawab sejarah untuk hadir sebagai motor gagasan dan solusi pembangunan daerah.

“Barru tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah keseriusan, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat. HMI dan KAHMI harus terus mengambil peran inspiratif dalam mendorong kemajuan Barru,” tuturnya.

Dialog berlangsung hangat dan interaktif, dipenuhi pandangan kritis sekaligus optimisme dari para peserta. Melalui forum ini,

HMI Cabang Barru berharap stigma negatif terhadap iklim investasi dapat dibedah secara objektif, sekaligus melahirkan gagasan segar dan rekomendasi strategis demi terwujudnya Barru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (HRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *