TAKALAR || Komitmen jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Selatan untuk menghadirkan pembinaan inovatif kembali diwujudkan oleh Lapas Kelas IIB Takalar dengan meresmikan Bengkel Kerja Pembuatan Paving Blok berbahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) serta Griya Abhipraya, Senin (22/9).
Kedua fasilitas ini diresmikan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Sulsel, Rudy Fernando Sianturi.
Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Takalar, PT PLN Nusantara Power UP Punagaya, serta stakeholder lainnya yang turut bersinergi dalam program pembinaan.
Menurutnya, kedua fasilitas tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian sekaligus membuka peluang baru bagi pemberdayaan warga binaan.
Bengkel Kerja FABA
“Bengkel kerja FABA ini tidak hanya menghadirkan inovasi ramah lingkungan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan bernilai ekonomis. Sementara Griya Abhipraya menjadi wadah untuk memamerkan dan memasarkan hasil karya warga binaan agar dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Pemanfaatan FABA sebagai bahan dasar paving blok disebut sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Dukungan mesin dan fasilitas produksi dari PLN memungkinkan warga binaan memperoleh pelatihan teknis serta pengalaman praktik langsung. Hal ini diharapkan meningkatkan keterampilan kerja sekaligus menjadi bekal berharga pasca-bebas.
PT PLN Nusantara Power
Manajer UP Punagaya PT PLN Nusantara Power, Tri Pria Nugraha, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
“Kolaborasi dengan Lapas Takalar dalam memanfaatkan FABA menjadi paving blok adalah contoh nyata bagaimana limbah bisa diolah menjadi produk bernilai guna sekaligus membuka peluang keterampilan baru bagi warga binaan. Kami berharap manfaatnya juga berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Sementara itu, Griya Abhipraya dihadirkan sebagai ruang produktif yang menampilkan berbagai hasil karya warga binaan, mulai dari kerajinan tangan, produk keterampilan, hingga inovasi bernilai jual. Kehadiran fasilitas ini diharapkan semakin mendekatkan masyarakat dengan program pembinaan serta membuka akses pemasaran produk.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Dg. Manye
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Dg. Manye, turut memberi dukungan penuh. “Griya Abhipraya merupakan wadah yang sangat bermanfaat bagi warga binaan melalui pelatihan yang akan dilaksanakan dengan kerjasama antara dinas pemerintah daerah dan Lapas Takalar. Harapannya keterampilan ini bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Dengan diresmikannya Bengkel Kerja Paving Blok FABA dan Griya Abhipraya, Lapas Kelas IIB Takalar mempertegas komitmennya dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan: membina warga binaan agar produktif, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat, sejalan dengan Asta Cita Presiden serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui penguatan ekonomi kreatif.(**)
