GOWA || Sebanyak 20 warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa mengikuti Ujian Kompetensi Pelatihan Kemandirian yang digelar di Aula Lapas, Rabu (24/9/2025). Ujian ini mencakup berbagai keterampilan produktif, antara lain pembuatan sofa, pengelasan, hidroponik, hingga meubel, sebagai bagian dari program pembinaan untuk membekali warga binaan dengan kemampuan hidup mandiri setelah bebas.
Pembekalan Potensi Diri Sebelum Ujian
Sebelum pelaksanaan ujian, para peserta terlebih dahulu menerima pembekalan materi bertema “Kekuatan dan Potensi Diri” yang disampaikan oleh Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Mandiri, Hj. Ramdani. Materi ini mendorong warga binaan untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang mereka miliki agar dapat menjadi bekal positif saat kembali ke masyarakat.
Sertifikat Kemandirian untuk Peserta
Usai ujian, seluruh peserta menerima sertifikat kompetensi sebagai bentuk penghargaan atas keseriusan mereka dalam mengikuti pelatihan hingga tahap akhir. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kalapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, di hadapan jajaran petugas.
Kalapas Gunawan mengapresiasi semangat para warga binaan yang mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan.
“Keikutsertaan warga binaan dalam ujian kompetensi ini menunjukkan keseriusan mereka untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berharap keterampilan yang diperoleh benar-benar dimanfaatkan sebagai modal untuk hidup mandiri setelah bebas. Jangan berhenti belajar, karena keterampilan inilah yang bisa mengubah hidup menjadi lebih baik,” ujarnya.
Komitmen Lapas Hadirkan Program Pembinaan
Lebih lanjut, Gunawan menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan kemandirian yang bermanfaat bagi warga binaan. Tujuannya agar mereka mampu berkontribusi positif di masyarakat sekaligus mencegah terjerumus kembali pada kesalahan yang sama.
Dengan adanya pembinaan berbasis keterampilan dan sertifikasi ini, Lapas Narkotika Sungguminasa berharap para warga binaan siap menghadapi kehidupan baru yang lebih produktif dan mandiri setelah menyelesaikan masa hukuman.
