Perumda Pasar Makassar Gandeng BSI Perkuat Digitalisasi dan Modernisasi Pasar Tradisional

Perumda Pasar Makassar menjalin kerja sama strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memperkuat digitalisasi transaksi dan pemberdayaan pedagang pasar. K

MAKASSAR || Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar terus menunjukkan langkah nyata dalam meningkatkan tata kelola dan modernisasi pasar tradisional di bawah naungan Pemerintah Kota Makassar. Salah satu upaya terbarunya adalah menjajaki kerja sama strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Kerja sama ini difokuskan pada digitalisasi transaksi, pemberdayaan pedagang pasar, serta peningkatan fasilitas layanan publik di lingkungan pasar tradisional.

Direktur Keuangan Perumda Pasar Makassar, Aimansyah, menjelaskan bahwa sinergi dengan BSI menjadi bagian dari komitmen pihaknya untuk menghadirkan pasar yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan religius.

“Rencana kerja sama ini akan memberikan dampak besar, terutama dalam mempermudah transaksi pedagang melalui sistem digital, serta membuka akses pembiayaan dan tabungan syariah. Kami menyambut baik inisiatif ini karena sangat sejalan dengan arah pembenahan pasar yang sedang kami lakukan,” ujar Aimansyah, Selasa (14/10/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BSI terkait rencana pembukaan outlet layanan BSI di area pasar, termasuk di Pasar Terong, yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat di Kota Makassar.

“Kehadiran outlet BSI di area pasar tentu akan mempermudah pedagang dalam melakukan transaksi perbankan. Mereka tidak perlu lagi ke kantor cabang, karena bisa langsung dilayani di pasar,” jelasnya.

Selain layanan keuangan, kolaborasi tersebut juga mencakup rencana branding area pasar, penataan gerbang (gate), hingga program edukasi literasi keuangan bagi pedagang.

“Pak Dirut juga menekankan bahwa sebagian hasil kolaborasi ini diharapkan dapat dialokasikan untuk pembangunan musalah di area pasar. Jadi bukan hanya soal bisnis, tapi juga keberkahan dan nilai sosial dari kerja sama ini,” tambah Aimansyah.

Sementara itu, Deputi BSI Kanwil X Makassar, Tengku Chandra Husnadi, SE, mengatakan bahwa BSI memiliki misi besar dalam memperkuat ekosistem ekonomi umat melalui pemberdayaan UMKM dan pedagang pasar tradisional.

“BSI ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, terutama pedagang pasar. Kami akan mendorong penggunaan QRIS untuk transaksi nontunai, serta memberikan edukasi menabung dan membuka tabungan haji,” ujar Tengku Chandra.

Ia menambahkan, BSI tidak hanya akan memberikan dukungan finansial, tetapi juga program pendampingan agar pedagang dapat mengelola keuangan lebih baik dan mandiri secara ekonomi.

“Sebagai bank syariah milik negara, kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati layanan yang sesuai syariah, mudah, dan memberdayakan,” katanya.

Pertemuan antara BSI dan Perumda Pasar Makassar ini juga dihadiri oleh Direktur Umum Perumda Pasar Irfan Darmawan, N.M., S.H., Kabag Usaha & Pembinaan Pedagang Haeril Ahmad, S.T., dan Kasubag Humas Muh. Idris.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal transformasi besar pasar tradisional Makassar menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan jati diri lokal dan prinsip syariah yang menjadi fondasi utama kerja sama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *