Guru SD Muhammadiyah Perumnas Makassar Berinovasi Lewat Sosialisasi Media Pembelajaran Daur Air

Para guru SD Muhammadiyah Perumnas Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan pembelajaran bermakna dan berwawasan lingkungan melalui kegiatan sosialisasi pemanfaatan media pembelajaran daur air yang digelar di aula sekolah, Sabtu (1/11/2025).

ZONA INSPIRASI || Para guru SD Muhammadiyah Perumnas Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan pembelajaran bermakna dan berwawasan lingkungan melalui kegiatan sosialisasi pemanfaatan media pembelajaran daur air yang digelar di aula sekolah, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Adiwiyata, dengan menggandeng Kampung Dongeng Mardhati sebagai mitra edukatif. Melalui kolaborasi ini, guru diajak untuk memperkuat perannya sebagai pendidik kreatif yang mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan kepada peserta didik.

Kepala SD Muhammadiyah Perumnas Kota Makassar, Subaedah, S.Pd, menegaskan bahwa keberhasilan Program Adiwiyata tidak lepas dari peran aktif para guru. Mereka menjadi ujung tombak dalam mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.

“Guru memiliki peran besar dalam membangun kesadaran lingkungan di sekolah. Melalui media pembelajaran daur air, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan bagi anak-anak. Dengan begitu, mereka memahami bahwa menjaga air berarti menjaga kehidupan,” ungkap Subaedah.

Ia menjelaskan, media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat interaktif, mulai dari miniatur siklus air, percobaan sederhana, hingga cerita edukatif yang dikemas secara menarik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian siswa terhadap alam.

Lebih lanjut, Subaedah menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong guru untuk berinovasi dalam pembelajaran berbasis lingkungan. Dengan semangat Program Adiwiyata, guru diharapkan mampu menjadi teladan dalam perilaku ramah lingkungan di sekolah maupun di luar sekolah.

Sementara itu, pendiri Kampung Dongeng Mardhati, Kak Nisa, menyampaikan apresiasi terhadap semangat para guru yang terlibat aktif dalam kegiatan ini.

“Kami melihat antusiasme luar biasa dari para guru. Mereka tidak hanya mendampingi, tetapi juga ikut belajar bagaimana menyampaikan pesan lingkungan dengan cara kreatif. Ini adalah langkah nyata untuk menciptakan generasi yang peduli air dan bumi,” ujar Kak Nisa.

Melalui kolaborasi tersebut, guru SD Muhammadiyah Perumnas diharapkan mampu menerapkan hasil sosialisasi ini dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Sekolah juga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peduli lingkungan.

Dengan semangat Program Adiwiyata, SD Muhammadiyah Perumnas Makassar menegaskan posisinya sebagai sekolah berbudaya hijau, di mana guru dan siswa bergerak bersama menjaga keberlanjutan alam melalui pendidikan yang inspiratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *