Siaga Ta Diluncurkan di Kampung Buyang, Inovasi Digital untuk Wujudkan Lingkungan Aman dan Tertib

MAKASSAR || Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso, menjadi lokasi percontohan pelaksanaan Sistem Informasi Aman Garda Aktif (Siaga Ta), sebuah inovasi berbasis teknologi yang dirancang untuk meningkatkan ketentraman dan ketertiban lingkungan masyarakat. Program ini resmi digulirkan dengan dukungan penuh pemerintah kecamatan, kelurahan, aparat keamanan, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Camat Mariso, Aswin Kartapati Harun, S.ST., M.Si, menjelaskan bahwa Siaga Ta hadir sebagai jawaban atas berbagai persoalan ketertiban di lorong-lorong padat penduduk, mulai dari parkir liar, sampah, hingga potensi kriminalitas.

“Kami ingin menghadirkan sistem pelaporan yang cepat, transparan, dan berbasis digital agar masyarakat merasa aman serta dilibatkan langsung dalam menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Melalui Siaga Ta, warga dapat melaporkan gangguan ketertiban secara real-time menggunakan platform sederhana berbasis aplikasi atau Google Form. Laporan yang masuk akan diteruskan secara otomatis kepada stakeholder sesuai kewenangannya, seperti Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga pihak kelurahan.

Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan pemasangan kamera CCTV di titik rawan, pembentukan Satgas keamanan lorong yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta penguatan koordinasi antarinstansi. Dengan demikian, laporan masyarakat tidak lagi berhenti di meja RT/RW, tetapi langsung ditangani sesuai jalurnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Rusdi menambahkan, program ini memiliki target jangka pendek, menengah, hingga panjang. Dalam jangka pendek, pemerintah menargetkan pembenahan pos kamling serta penerapan sistem pelaporan digital. Untuk jangka menengah, dilakukan penguatan kolaborasi, penambahan infrastruktur teknologi, hingga penyusunan SOP penanganan laporan.

Sedangkan dalam jangka panjang, Siaga Ta diharapkan menjadi budaya baru masyarakat Kampung Buyang dalam menjaga keamanan, sekaligus menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain di Makassar.

Siaga Ta juga didukung berbagai stakeholder terkait, mulai dari Diskominfo, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, unsur Tripika, Satlinmas, RT/RW, hingga tokoh masyarakat. Melalui sinergi ini, masyarakat diberdayakan untuk ikut aktif menjaga ketertiban dengan dukungan penuh pemanfaatan teknologi.

Program ini memberikan manfaat ganda: bagi masyarakat, terciptanya lingkungan aman dan tertib akan meningkatkan kualitas hidup; sementara bagi pemerintah, sistem ini akan menghemat anggaran penanganan masalah keamanan sekaligus memperkuat citra positif sebagai pemerintah yang peduli terhadap keselamatan warganya.

“Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimis Siaga Ta akan menjadi contoh baik dalam transformasi pelayanan publik digital di tingkat kelurahan,” kata Lurah Kampung Buyang.

Saat ini, program Siaga Ta mulai diimplementasikan secara bertahap melalui sosialisasi kepada warga, uji coba sistem, hingga pelatihan penggunaan aplikasi pelaporan. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan menjadi kunci keberhasilan program inovatif ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *